Jumat, 22 April 2016

Tersenyumlah, Indonesiaku
Peringatan hari Bumi yang jatuh pada 22 April, seharusnya bagi Bangsa Indonesia merupakan perayaan yang penuh sukacita. Namun, dengan keadaan alam yang memprihatinkan serta kerusakan alam yang terjadi, Indonesia menangis.
Indonesia perlu prihatin dengan keadaan alam semesta. Tak salah Indonesia menangis karena alamnya yang sudah tak lagi bersahabat. Bagaimana tidak? Salah satu yang menjadi sumber daya alam yang paling vital bagi kehidupan manusia, yaitu Air, kini bercampur dengan gumpalan sampah dan limbah pabrik.
Air sungai yang jernih, kini berubah menjadi kecoklatan dan bahkan memiliki bau yang tidak sedap. Ya, itulah yang tergambar dalam sebuah foto yang terpampang di Photography and Essay Exhibition UBM.
Program Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM) mempersembahkan pameran foto dan essay karya mahasiswa, yang diselenggarakan di The UBM Plaza (TUPA) pada 19 – 23 April 2016, dimana di dalamnya bersamaan dengan merayakannya peringatan hari Bumi yang jatuh pada 22 April.

“Earth Focus on The Future” merupakan tema yang diangkat dalam pelaksanaan pameran foto dan essay yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Social Science Week (SSW) 2016, yang merupakan perayaan SSW ke-3 yang diselenggarakan oleh FISH (Faculty of Social Science and Humanities).
“Pameran foto dan essay ini ditujukan bagi generasi muda, bagaimana mereka mengekspresikan karyanya melalui foto dan tulisan jurnalistik, yang nantinya diharapkan mampu menimbulkan kesadaran bagi generasi muda, melihat bumi yang dipijaknya sangat memprihatinkan,” ujar Gugi, ketua panitia pelaksanaan Photography and Essay Exhibition.
Pameran foto dan essay ini diselenggarakan oleh prodi Ikom yang didukung oleh HMJ Ikom, serta klub Jurnalisme Is Me dan klub fotografi Click UBM. Pemeran yang dibuka pada pukul 09.00-16.00 ini, bertujuan memberitahu generasi muda mengenai lingkungan yang berkelanjutan.

Pameran ini menampilkan foto dan essay hasil karya mahasiswa Ikom UBM mengenai lingkungan, yang di dalamnya terdapat 50 foto terbaik dari 150 foto yang dikumpulkan dalam klub Photography UBM. Serta terpilihnya 20 essay terbaik karya mahasiswa Ikom UBM dari 120 essay yang telah masuk.
“Pameran foto dan essay ini merupakan pameran yang pertama kali, karena menggabungkan antara foto dan essay, yang di dalamnya mengangkat tema lingkungan sesuai dengan peringatan hari Bumi yang jatuh jumat kemarin,” ujar Yuri Alfrin selaku Pembina event Photography and Essay Exhibition.
Banyak harapan yang bermunculan saat pemeran ini diselenggarakan. Harapan akan diselenggarakannya pameran ini di setiap tahunnya, guna menyadarkan khususnya generasi muda, bagaimana melakukan kontribusi untuk membangun bumi yang lebih baik.
“Kontribusi dimulai dari diri sendiri. Bagaimana menyingkapi mengenai buminya yang semakin panas, dan kesadaran kita sebagai generasi muda akan lingkungan, khususnya menyingkapi pencemaran air sungai yang kini sudah terkontaminasi dengan sampah dan limbah pabrik,” ujar Irvandy Yulius, salah satu mahasiswa yang terpilih dalam 20 essay terbaik.
Keadaan Bumi yang semakin parah, ditandai juga dengan banyaknya peneangan liar, yang menyebabkan hilangnya lahan hutan yang digantikan oleh bangunan-bangunan besar di Ibu Kota. Bagaimana penebangan itu sangat berpengaruh terhadap global warming yang akhir-akhir ini diangkat sebagai topik dunia.
Pantaskah kita mengeluh terhadap alam? Pantaskah kita menghujat Indonesia karena keadaan alam yang tidak baik? Indonesia menangis. Indonesia butuh kesatuan dan kecintaan masyarakatnya untuk membangun Indonesia.
Pameran ini menyadarkan kita bahwa, alam yang kita pijak adalah harta kita sebagai bangsa Indonesia. Harta yang tak dapat tergantikan oleh apapun, harta yang akan kita wariskan terhadap anak cucu kita. Akankah anak dan cucu kita dapat menikmati alam yang dahulu kita nikmati?

Generasi Muda, bangun Indonesia lebih baik, buatlah Indonesia tersenyum dengan aksi nyata kita!

2 komentar:

  1. Tulisannya sudah bisa merangkum keseluruhan informasi secara lengkap, agak sedikit terlalu panjang kalimat per kalimatnya namun sudah bagus karyamu. Tingkatkan terus kemampuan menulismu dan terus berkarya Janice! :)

    BalasHapus
  2. bridging di awalnya sudah baik dan cukup menarik perhatian pembaca setelahnya. Namun, ada baiknya mengurangi penggunaan kata yang tidak efektif.

    BalasHapus